Camilan Super Duper Praktis, Kurma!

Jumat, 08 Mei 2020




Bismillah.

Hei, kalau mau camilan yang praktis dan praktisnya super duper itu, ya kurma! Tinggal comot dan lhepp... 

Sebelum ini saya kurang suka kurma tapi Ramadhan ini saya jadikan momentum untuk belajar menyukai kurma. Jujur saya ingin memperbaiki pola makan saya bersamaan dengan bertambahnya usia, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi kurma. Saya mulai dari yang dalam jangkauan dan yang contohnya shahih. Jika yang mencontohkan Rasulullah shalallahu 'alayhi wa sallam pasti itu contoh yang valid (shahih). 

Kita semua tau, Rasulullah menganjurkan berbuka dengan kurma sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata,
"Rasulullahu shalallahu 'alayhi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang maka beliau berbuka dengan seteguk air." (HR. Abu Daud no. 2356, Ahmad 3/164, hasan shahih)

Ada lagi manfaat kurma sebagaimana hadits berikut,
"Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu. (Muttafaqun 'alayh HR. Bukhari no. 577 dan Muslim no. 2047). 

Kata Syaih 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah bahwa yang dimaksud kurma ajwa di sini hanyalah sebagai contoh (permisalan). Manfaat kurma yang disebutkan dalam hadits tadi sebenarnya berlaku untuk seluruh kurma (bukan hanya kurma ajwa). Inilah yang disebut Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin dari perkataan gurunya. 

Dan karena saya berniat untuk konsumsi kurma dalam jangka panjang (semoga Allah mudahkan saya. Aamiin) saya coba untuk dapatkan resep ramuan kurma yang bisa "dipakai untuk bersenang-senang". Jadi tidak langsung serius, bleg..., total kurmaaa...nyel, saja.

Pada tahap awal saya coba sehari untuk berbuka dan sahur hanya dengan kurma saja. Saya merasa kurma  mampu menghilangkan lapar dengan keadaan perut tetap "ringan" tidak seperti ketika makan nasi beserta lauk pauknya seperti biasa yang saya lakukan. 

Saya mencoba berbuka dengan tiga butir kurma. Kurma yang ada di rumah adalah kurma sukari. Ya,  hanya dengan tiga butir kurma sukari saja saya bisa tahan hingga sahur. Dan saat sahur saya mencoba untuk makan lima butir. Alhamdulillah keadaan baik-baik saja hingga berbuka berikutnya. 

Saya juga tertarik ramuan kurma yang diblender dengan wedang jahe. Saat diminum lebih terasa minum energen, menurut saya. Kurma blender wedang jahe memang enak, menurut saya. 

Beberapa hari berikutnya saya coba blender air degan berikut degannya yang masih lembut dengan kurma. Hmm, nikmat...

Resep kurma untuk diambil manfaat herbal-nya saya dapatkan dari akun dr. Zaidul Akbar di instagram dan pengikutnya yang solid seperti @rhosa_liena. Saya senang bisa mencoba dua olahan kurma seperti di atas. Saya juga pengin coba kurma dengan tape, tapi in sya Allah nanti saja ketika Covid-19 sudah pergi. Tape dengan kualitas baik tidak mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal saya, itulah penyebabnya.

Nah, saya sudah mencoba meski perlahan. Kalian kapan? Mau juga? 
















Posting Komentar