Akunnya Boleh Acak, Yang Penting Kitanya...

Selasa, 05 Mei 2020




Bismillah.

Hihihi, saya sempat bingung waktu baca tema buat tanggal 6 Mei ini @ BPN 30Day Ramadhan Challenges. Perasaan, seperti pernah nulis..., pikir saya. Saat saya cek, oh, ternyata memang temanya sama, hanya beda keterangan akhirnya. Ya, tema tanggal 2 Mei dan 6 Mei ini sama-sama menyodorkan tema tentang akun favorit. Tanggal 2 untuk menambah ilmu, tanggal 6 saat puasa. Saya pikir memang tidak mudah ya, menyusun tema untuk sebulan, karena itu mengerjakannya nanti tergantung sudut bahasan atau angle-nya saja. Atau mungkin ada yang memang membedakan antara akun menambah ilmu dan saat puasa? Never mind... 

Ini  cerita  aktivitas saya di bulan Ramadhan tahun ini yang membuat akun tidak penting untuk difavoritkan. 


Belajar Tadabbur A la Saya.

Ramadhan tahun ini saya memilih untuk belajar tadabbur Al-Qur'an. Kalau saya bilang tadabbur, jangan bayangkan tadabburnya orang-orang 'alim, ya. Ini tadabbur a la saya, tadabbur orang awam.

Tadabbur yang saya maksud adalah belajar untuk bisa mendapatkan suasana yang  terdapat dalam ayat-ayat Al Qur'an. Saya tidak berani mengatakan, yang saya lakukan adalah memahami Al-Qur'an dengan menguasai tafsirnya. Aduuh, jauh dari itu. 

Saya hanya melakukan ini: 
1. Putar channel video murottal  youtube. 
2. Buka dan baca Al-Qur'an terjemahan secara bersamaan. 

Jadi saya berusaha fokus membaca terjemahannya pada saat ayat dibacakan. Mengapa tidak pilih video yang ada terjemahnya sekalian, kan, lebih praktis? Saya sudah coba tapi saya tidak bisa dapatkan "ruh"nya dengan cara itu. Saya jadi merasa lebih seperti membaca tulisan, bukan ayat Al-Qur'an. 
Begitu itu memang sangat individual, ya... Saya "dapet"nya dengan cara seperti yang saya sebutkan tadi. Kadang memang saya dapatkan video dengan terjemahnya tapi mata saya hanya menatap Al-Qur'an terjemah, layar televisi saya abaikan. Dengan kata lain saya hanya memanfaatkan suaranya. Kalau pun saya melihat layar, saya melihat untuk men-cek sesuai atau tidaknya surat yang saya buka di Al-Qur'an dengan surat yang terputar di layar.


Semuanya Acak Saja.

Pilihan suratnya, saya pilih acak. Al Baqarah, langsung lompat juzz amma, itu yang sudah saya lakukan. Intinya saya mulai dengan seringan-ringannya. Pilihan qori' atau pembacanya, saya juga ganti-ganti. Syaikh Shuraim, Syaikh Mishari Rashid Alafasy itu dua nama yang sering saya pilih. Tapi tidak ada ketentuannya, kok. Suka-suka saja. Na, kalau seperti ini saya tidak memilih akun. Semuanya acak saja. Yang penting  kitanya dan Al-Qur'an.


Awal Ketertarikan Belajar Tadabbur.

Ini semua berawal dari kiriman video murottal di grup whatsapp teman SD. Teman saya mengirimkan sebuah video murottal Q.S At-Taghabun dan pembacanya adalah Syaikh Shuraim. 

Saat itu grup sedang membahas Covid-19 dan beberapa ada yang mengeluhkan lambannya penangan pemerintah. Percakapan memang cukup seru hingga kemudian kiriman video murottal itu masuk. Saat tau bahwa itu merupakan murottal Q.S At-Taghabun saya pun ambil A-Qur'an terjemah. Saya ingin tau terjemahannya, ada korelasi atau tidak dengan topik yang dibicarakan di grup. 

Saat saya tau terjemahnya, saya pun paham jika maksud teman saya kirimkan video itu untuk mengingatkan bahwa Covid-19 terjadi dengan ijin Allah. Itu terdapat pada ayat ke 11. Setelah itu, saya jadi ingin tau lebih jauh tentang ayat per ayat dari surat ini. Saya akhirnya coba cari tafsirnya di youtube juga dan ketemu. Ternyata ada hal lain yang lebih menyentak saya dengan tafsir Q.S At-Taghabun. Sejak saat itulah saya berusaha untuk mengetahui arti dari ayat-ayat Al-Qur'an dan saya berusaha untuk ikuti tafsirnya di youtube. Untuk tafsirnya, di youtube kadang saya tidak menemukan yang saya cari. Mungkin saya kurang pinter, ya, carinya?

Ternyata ma sya Allah, asik lo, membaca Al-Qur'an dengan cara ini. Via televisi, laptop, atau ponsel cerdas sama saja. Yang penting di tangan ada Al-Qur'an terjemah. Jika Al-Quran terjemahnya sekaligus ada terjemah perkata/kelompok kata itu akan lebih membantu. Selebihnya panjatkan doa, minta kepada Allah agar Dia membuka mata hati kita dan bisa istiqomah dalam mentadabburi Al-Qur'an. 

Coba, deh... 😊















Posting Komentar