Pastikan 5 Hal Ini Agar Kebaikanmu Terdaftar Di Langit

By Yuniar Djafar - April 22, 2020


Sumber Gambar dari Gerd Altmann-Piabay dan diolah ulang.


Bismillah.

Selalu ada blessing in disguise dalam situasi seberat apa pun. Selalu ada celah  kabar baik pada situasi segawat apa pun. Begitu juga saat pandemi Covid 19. Berita sedihnya banyak yang menjadi korban. Banyak rumah sakit sampai tidak mampu menampung pasien, harga-harga melambung, pasar sepi dan serentetan situasi abnormal lainnya, menunjukkan betapa pandemi ini telah memukul berbagai sektor kehidupan manusia. Seluruh negara di belahan bumi nyaris mengalami hal yang sama. Tapi berita yang paling menyedihkan adalah ketidak pedulian masyarakat akan bahaya virus ini padahal sesungguhnya mereka mampu membatasi penyebarannya. 

Kabar baiknya apa? Kabar baiknya adalah akan banyak ladang amal yang terbuka karena banyaknya pihak yang membutuhkan bantuan. Membantu sesama adalah kebaikan. Kebaikan yang abadi adalah kebaikan yang akan dikenang karena tercatat di langit. Karena itu kebaikanmu agar tak hanya jadi catatan kegiatan biasa maka pastikan agar terdaftar di langit. 

Bagaimana caranya?



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Yang pertama, menjaga niat. Niatkan semuanya untuk beribadah kepadaNya. Daftarkan ini kepada Pemilik langit. Itu juga berarti bahwa kita musti mendekat kepadaNya dengan shalat, banyak doa ataupun dzikir. Jika ini sudah kita jalani, in sya Allah tindakan-tindakan pencegahan seperti jaga jarak dan lain-lain akan "lebih bernyawa". Bahwa yang kita lakukan ini tidak hanya berkaitan dengan dimensi horizontal, melainkan juga dengan dimensi vertikal kita.

Dari Umar radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullahu shalallahu 'alayhi wa sallam bersabda, "Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada yang ia tuju." HR. Bukhari dan Muslim. [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

2. Menjadi teladan dalam artian menjaga diri agar tidak menjadi agen penyebaran dengan "gestur yang jelas", itu yang diperlukan. Setelah itu jangan diam jika ada yang tidak perduli. Jangan diam, itulah yang saya maksud dengan "gestur yang jelas". Menghadapi Covid 19 ini kita tidak bisa, "Itu bukan urusan saya." Mengingatkan orang yang abai dalam masalah Covid 19 bukan berarti kita memasuki wilayah privasi orang lain. Covid 19 ini berbeda karena dampak buruknya yang bersifat masif. Tidak mudah, memang, karena di hari-hari biasa kita cenderung menghindari tindakan ini karena alasan privasi orang lain atau "males rame". 😊 Untuk itu diperlukan kesabaran dan keterampilan berkomunikasi. Medianya bisa lisan jika face to face atau memanfaatkan media sosial untuk kampanyekan kepedulian kita.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3. Menularkan semua tindakan kebaikan kepada lingkungan yang accessible untuk dapatkan dampak kebaikan yang lebih luas. Itu berarti tindakan kita berpeluang menjadi amal jariah.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

4. Mengasah empati. Dengan empati yang baik, program tindakan kebaikan yang akan ditebar biasanya akan lebih tepat sasaran dan yang menerimanya akan merasa dimuliakan. 


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

5. Terus berprasangka baik adalah kata lain dari husnuzhan. Ini akan menjadi sumber energi yang tidak akan habis. Kepada siapa? Kepada Allah, Yang Maha menguasai segala sesuatu. Mengapa dibutuhkan? Karena tindakan yang baik tidak selalu menemui jalan yang mudah. Hambatan dan rintangan bisa menjatuhkan mental kita ke lembah keputus asaan. 
"Aku sesuai dengan persangkaan hamba kepada-Ku". Muttafaqun 'alaih. 
Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhan pada Allah dan memiliki sikap roja' (harap) pada-Nya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Setelah ke lima hal di atas, silakan tentukan kebaikan apa yang akan dipilih untuk dilakukan. Membantu sesama memiliki beragam bentuk. Membagikan bantuan finansial, material secara langsung kepada mereka yang terdampak atau pun mereka yang berada di garda terdepan adalah tindakan yang terpuji. Sekedar inspirasi, ada lo, membantu dengan cara yang fun enough untuk mereka yang hobinya belanja. Belanjalah pada para pelaku UMKM, sesuaikan dengan produk yang ingin didapatkan. Tau, tidak, kalau UMKM merupakan penyerap tenaga kerja terbanyak, yaitu  96% dan menyumbang 60,34% pada  produk domestik bruto? Hmm, kebayangkan kan, dampaknya dengan berbelanja pada mereka?  


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tapi ingat-ingat, ya, pastikan 5 hal tadi agar kebaikan kita berdampak hingga ke langit. Sayang, kan, kalau hanya berdampak di bumi, padahal capeknya sama aja?









  • Share:

You Might Also Like

0 komentar