Noviana Atmini, Educraft Dan Aksi Ke Dua

By Yuniar Djafar - September 29, 2019

N o v i

Apa lagi setelah ini? Mungkin itu yang pernah atau bahkan sedang berkelebat di dalam benak Anda saat memutuskan atau menerima putusan untuk pensiun. Terbiasa bekerja, aktif selama 20, 30 tahun lalu berhenti... Bingung mau ngapain setelah pensiun? Enggak banget... 

Na, kisah tentang seorang teman saya bersama teman-temannya berikut ini, in sya Allah bisa menginspirasi. 

Saya punya teman, dulu sempat satu kelas saat kelas 1 sebelum penjurusan. Ya, benar, dia teman SMA saya. Jujur, bukan teman dekat. Setelah penjurusan kami berada pada kelas yang berbeda meski jurusan kami sama. Lulus SMA saya tidak tau dia kuliah di mana dan dia pun tak tau tempat kuliah saya. Tapi saya mengenal dan mengingatnya sebagai teman yang baik, bersahaja dan murah senyum. Novi, demikian panggilannya. Kami terhubung lebih "intens" melalui instagram. Ya, saya adalah followernya. 


Novi dan ide Educraft

Selepas pensiun dini dari tempat kerjanya, Bank Niaga alias CIMB Bank, Novi terpikir untuk menginisiasi sebuah komunitas pecinta kriya. Berpartner dengan 5 temannya para ex bankers juga, mereka bersepakat menamai komunitas mereka dengan Educraft.
Sebagian tim Educraft dan karya peserta pelatihan


Latar belakang ide

Bagaimana ini bisa tercetus dalam benaknya? Novi mengatakan, "Kalau latar belakangnya sih, karena di kantor ada program pensiun dini. Beberapa teman yang usianya lebih dari 50 tahun ada yang disetujui ikuti program tesebut. Selain itu ada beberapa teman yang resign karena ingin berhijrah meninggalkan pekerjaan di Bank. Terus kepikiran setelah kerja lebih dari 20 tahun kemudian berhenti bekerja bagusnya diisi kegiatan apa? Untuk melamar kerja lagi bagi yang berusia 45 tahun pasti sulit, kan? Nah, mostly orang kan, pasti punya hobby, dong... Apalagi kaum ibu, pasti banyak banget hobbynya. Makanya kepikiran bikin aktivitas pelatihan keterampilan. Harapannya jika memiliki keterampilan akan ada kesibukan positif untuk mengisi waktu luang." 

"Jika dengan keterampilan baru tersebut bisa menghasilkan uang, ya, alhamdulillah," imbuhnya. 


Novi dan tim Educraft berfoto sebelum melatih di sebuah instansi


Ajak Teman-teman

Berangkat dari pemikiran itulah akhirnya Novi mengajak beberapa temannya bergabung mewujudkan idenya. "Ngobrol-ngobrol awalnya 6 orang (5 di antaranya dengan status pensiun dan 1 orang masih aktif bekerja)," jelasnya.

Tak perlu waktu lama bagi Noviana Atmini, demikian nama lengkapnya, untuk meyakinkan Adriani Retno, Erwina Agustina, Fitri Damayanti, Irma Melani dan Tatik Trimurti.  Maka mulailah mereka dengan langkah awal mempelajari keterampilan yang kelak bisa mereka tularkan melalui pelatihan atau workshop yang mereka selenggarakan. Tentang hal ini Novi mengatakan, "Sebelum sharing tentunya kami harus belajar terlebih dahulu, kemudian praktik untuk menambah experience." 
Supporting tim untuk materi Decoupage




Mulai eksekusi

Awal 2018 mereka berenam pun mulai belajar shibori. Tapi uniknya mereka juga mengajak teman-teman pengajian Bani Muslimah untuk bersama-sama belajar. Bani Muslimah adalah nama pengajian yang beranggotakan karyawan dan mantan karyawan ex Bank Niaga. Bani Muslimah sendiri sebenarnya akronim dari BAnk NIaga Muslimah, maksudnya para muslimah bank Niaga. 

Selepas belajar shibori mereka lanjut belajar ecoprint pounding pada April 2018. "Setelah itu ngalir aja..," kata Novi.
Novi dalam pelatihan Ecoprint



Pada setiap pelatihan Novi bertindak sebagai instruktur dan teman-teman lainnya sebagai pendamping saat praktik. Sasaran pertama mereka adalah teman-teman dan lingkungan terdekat mereka. Selain perorangan  Educraft juga melayani instansi. Dharma Wanita Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Pemkot Surabaya adalah klien instansi mereka yang pertama. Setelah itu Educraft pun berkembang hingga menyasar kota-kota di luar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Bondowoso. Di Bondowoso Novi memimpin timnya mengisi pelatihan yang diselenggarakan oleh Batalyon Raider 514. 
Berfoto bersama peserta pelatihan Batik Lukis



Materinya tidak hanya shibori dan ecoprint, Educraft kini mengembangkan diri dengan menyediakan jasa pelatihan Batik Lukis, decoupage, lukis pouch hingga kalung batik. Agar peserta atau klien dapatkan best practice, Novi dan teman-teman tidak segan menghadirkan experts di bidangnya. Tidak ada kata setengah-setengah bagi Novi dan tim di Educraft. Karenanya tidak mengherankan jadual pelatihan Educraft dalam usianya yang masih sangat muda ini dalam setiap bulannya nyaris selalu terisi. Menarik, kan?
Novi dan peserta pelatihan kalung batik

Tidak hanya itu Novi juga membuka kesempatan belajar atau berlatih privat bagi siapa pun yang membutuhkan. Dia juga mendorong semua tim Educraft untuk confident melakukan hal yang sama karena di luar sana banyak banget yang membutuhkan pelatihan semacam yang mereka selenggarakan. 

Kalau Karyl Innis, career brand expert serta CEO & Founder The Innis Company, Dallas Amerika Serikat menyebutkan apa yang dilakukan Novi dan teman-teman sebagai bagian dari 2nd act  atau aksi ke 2. Ya, ini bagian dari pengembangan diri bagi siapa pun yang telah mencapai puncak senioritas dalam berkarir, apa pun karirnya. Novi dan teman-teman telah memilih dengan cara yang tepat. Mereka terus mengembangkan diri, memanfaatkan waktu yang berkelimpahan dan sumber daya yang mereka miliki lainnya untuk sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bagi mereka sendiri, melainkan juga bagi yang lain. 
Ingin ikuti jejak mereka atau tanya-tanya?  Kepoin instagramnya @noami_stuff. 😊

Lebih detil tentang Aksi ke 2 silakan klik di sini.













  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Barakallah mbak Novi & team... Semoga kedepannya educraft bisa menyasar ke anak2 putus sekolah sehingga mereka mempunyai bekal keterampilan yg diharapkan bisa menjadi usaha & membuka lapangan pekerjaan.

    BalasHapus