Tentang Kuku dan Yang Terlarang Memotongnya Menurut Islam.

By Yuniar Djafar - Agustus 01, 2020

- Gambar oleh Cottonbro dari Pexels -


Bismillah.

"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri; maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Q.S. Adz Dzariyat (51); 20-21.



Kuku adalah bagian tubuh manusia yang tidak bisa disepelekan. Keberadaannya pada tubuh manusia adalah ciptaan yang sempurna dari Yang Maha Sempurna. Bagian tubuh ini bahkan memiliki nilai estetika yang tinggi bagi seorang wanita, terutama. Ya, kuku mampu menghadirkan kecemasan dan kebanggaan karenanya bayak yang tidak segan merogoh kocek lebih dalam demi keindahannya.

Apakah Kuku Itu?

Dalam salah satu bahasannya www.biolibretext.org menjelaskan jika kuku adalah organ aksesori kulit. Kuku terbuat dari lembaran keratinosit mati dan terdapat pada ujung jari tangan dan kaki. Keratin pada kuku membuat keras tapi tetap fleksibel.  

Fungsi Kuku

Fungsi kuku sebagaimana dijelaskan, masih oleh situs yang sama, www.biolibretext.org adalah melindungi jaringan lunak yang ada pada jari tangan dan kaki dari cedera. Kuku jari tangan juga berfungsi untuk meningkatkan sensasi dan gerakan tepat dari ujung jari melalui tekanan balik yang diberikan pada pulpa jari oleh kuku. Selain itu kuku jari tangan dapat berguna sebagai alat. Sebagai contoh mereka memungkinkan memegang dengan presisi yang baik, seperti fungsi pinset dan juga dapat digunakan untuk memotong dan mengikis.

Pembahasan Kuku dalam Islam

Kuku termasuk yang harus diperhatikan dalam agama Islam. Sehubungan dengan hal ini Islam mengatur bahwa:

1. Kuku termasuk bagian tubuh yang harus dipotong.

Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. (HR. Bukhari Muslim no. 5891 dan Muslim no. 258).

2. Memanjangkan kuku maksimal 40 malam.

Memanjangkan kuku dihukumi makruh oleh kebanyakan ulama. Memanjangkan kuku lebih dari 40 hari bisa menjadikan perbuatan itu masuk dalam tingkat haram. Pendapat ini dipilih oleh Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author. Dasarnya adalah perkataan Anas bin Malik radliyallahu 'anhu.

"Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak boleh lebih dari 40 malam." HR. Muslim no. 258. 

Maksudnya, jangan sampai kuku dan rambut atau bulu yang disebutkan dalam hadits di atas dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

Imam Syafi'i dan ulama Syafi'iyah berkata bahwa memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak disunnahkan pada hari Jum'at. 

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan, "Seandainya di bawah kuku ada kotoran namun masih membuat air mengenai anggota yang harus kena air wudhu karena kotorannya hanya secuil maka, wudhunya tetaplah sah. Namun jika kotoran tersebut menghalangi kulit terkena air maka wudhunya jadi tidak sah dan tidak bisa menghilangkan hadast."

3. Kuku tidak boleh dipotong, ini berlaku hanya bagi shahibul qurban.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jika telah masuk awal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian punya keinginan untuk berqurban maka janganlah ia memotong rambut, kuku dan kulitnya sedikitpun sampai hewan qurbannya disembelih." (HR. Muslim dalam shahihnya dari Ummu Salamah).

Secara jelas pula hadits ini berlaku bagi orang yang ingin berqurban. Adapun anggota keluarga yang diikutkan dalam pahala qurban baik sudah dewasa atau belum, maka mereka tidak terlarang untuk memotong, rambut dan kuku.

Dalam penjelasan tentang hadits ini, www.almanhaj.or.id menyebutkan: Ini adalah nash yang tegas bahwa yang tidak boleh memotong rambut dan kuku adalah orang yang hendak berqurban, terserah apakah qurban itu atas nama dirinya atau kedua orang tuanya, sebab dialah yang membeli dan membayar harganya.

4. Tidak boleh menempelkan apa pun di atas kuku dengan sesuatu yang bisa menghalangi sampainya air wudhu ke kuku karena syarat wudhu salah satunya adalah bersih dari yang menghalangi air meresap ke kulit (Shafinatun Najah). 

Dalam hadist yang menerangkan orang yang kurang sempurna wudhunya disebutkan: Dari Jabir , 'Umar bin Khatthab mengabarkan bahwa ada seseorang yang berwudhu lantas bagian kuku kakinya tidak terbasuh kemudian Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam melihatnya dan berkata, "Ulangilah, perbaguslah wudhumu." lantas ia pun mengulangi dan kembali shalat." (HR. Muslim no. 243).

Syaikh Prof. Dr. Musthofa Al-Bugho, seorang pakar fikih madzhab Syafi'i masa kini, berkata, "Tidak sah wudhu jika ada sebagian kecil anggota wudhu yang tidak dicuci." (Al-Fiqih, Al Manhaji, hal. 55).

Nah, sekarang jelas kan, bagaimana Islam mengatur masalah kuku. Islam adalah pedoman hidup karena itu masalah kuku ada aturannya juga.


- Gambar oleh Engin Akyurt dari Piabay -




Tips Merawat Kuku

Kebersihan kuku membantu kita untuk taat menjalani perintah agama karena itu baik untuk mengetahu tips merawat kuku agar bersih dan sehat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Sempatkan tanpa cat kuku

Biarkan kukumu beristirahat dan mendapatkan udara agar lebih segar. 
Apabila telah selesai membersihkan kuku dari cat kuku, pastikan tidak ada noda yang tersisa pada kuku. Rendam tanganmu ke dalam air hangat yang telah diberi perasan jeruk nipis, biarkan selama 15 - 20 menit. Air jeruk mengandung astringent yang bisa menghilangkan kusam pada kuku. Cara ini juga bisa dilakukan bila tangan terkena noda kunyit.

b. Potong kuku pendek

Sejak kecil kita diajari memotong kuku hingga pendek karena kuman serta bibit penyakit mudah masuk dan bersarang di celah kuku.

c. Jangan memotong kutikula kuku

Kutikula adalah kulit berwarna putih yang terdapat pada batas antara kulit jari dan kuku. Dermatologist menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk memotong kutikula. Memotongnya bisa membawa resiko dan infeksi. Memotong kutikula juga dapat menyebabkan masalah kuku seperti munculnya bintik  putih atau  garis putih pada punggung kuku.

d. Hindari kebiasaan menggigit kuku

Kebiasaan ini bisa merusak kuku bahkan luka di samping kuku dapat mengakibatkan bakteri atau jamur masuk. 

e. Merendam kuku di dalam jus jeruk yang dicampur madu

Rendam tangan selama 10 menit. Ini membantu tangan dan kuku tetap lembut.

f. Menggosokkan potongan belimbing wuluh pada kuku 

Menggosokkan potongan bebisa membantu meremajakan kuku yang mulai rusak serta membuatnya bersih.

Semoga bermanfaat, ya.












Sumber:

www.bio.libretext.org


https://www.rumaysho.com/664-larangan-mencukur-rambut-dan-memotong-kuku-bagi-yang-ingin-berqurban.html 

https://rumaysho.com/8536-hukum-memanjangkan-kuku.html

https://rumaysho.com/1744-sainatun-najah-syarat-wudhu.html

https://almanhaj.or.id/2300-hukum-memotong-rambut-atau-kuku-bagi-yang-akan-berkurban.html

https://almanhaj.or.id/7537-hukum-memanjangkan-dan-mengecat-kuku.html

https://doktersehat.com/cara-alami-merawat-kuku-biar-tetap-sehat-dan-cantik/







  • Share:

You Might Also Like

0 komentar