Rambut & Rambut Beruban Lebih Dari Sekedar Self Acceptance

By Yuniar Djafar - Oktober 21, 2019

Bismillah. Pernah alami rambut rontok? Hmm, sepertinya yang berhijab in sya Allah sering alami ini. Tapi tenang, percayalah yang tidak berhijab pun alami yang sama, kok. Dan jangan biarkan pikiran yang mengatakan bahwa kerontokan rambut orang yang berhijab lebih banyak dari pada yang tidak berhijab bertahta pada benak kita. Mengenai rambut yang rontok, in sya Allah tidak ada yang sia-sia. Tetap husnuzhan, ya. 


"Sungguh, Allah tidak akan menzhalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisiNya." Q.S An-Nisa (4); 40.

Menyaksikan guguran helai rambut saat bangun tidur menempel di bantal, di kasur, bahkan di selimut... Reaksi kita bergantung pada pikiran kita. Coba pikirkan sesuatu dengan fokus hanya pada satu itu, pada helaian rambut itu. Apa yang terbersit pada benak? Sesekali sentuhlah satu helai saja dari mereka. Pegang dengan hidupkan semua indera yang ada. Rasakan bahwa yang kita pegang ini adalah ciptaan The Almighty, Yang menciptakan langit dan bumi, made by Him. Setipis apa pun helaian yang kita miliki in sya Allah kita tetap bisa melihat bahwa selalu ada bagian pangkal dan ada bagian ujungnya. Dan kita bisa mengenalinya dengan mudah. Jangan sampai kita hanya mengenalinya sebagaimana yang didedahkan oleh produk-produk pencuci rambut pada iklan-iklan mereka. Karenanya saat melihat helaian rambut yang rontok sesekali lihatlah bahwa helaian-helaian itu adalah sesuatu yang hidup dan dihidupkan oleh Al Hayyu, Yang Maha Hidup dan Menghidupkan. 

"Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Q.S Adz-Dzariyat (51); 20-21.

So, lanjut ya, bahas rambut. Berikut adalah beberapa fakta rambut yang saya dapatkan melalui www.webmd.com sebagaimana ditulis oleh Matthew Hoffman, MD.

Foto: www.webmd.com


Struktur Rambut.


1. Rambut terbuat dari protein yang tangguh, disebut keratin.

2. Folikel (follicle) rambut berfungsi sebagai jangkar bagi rambut di dalam kulit kepala.

3. Umbi rambut (hair bulb) yang berbentuk bohlam merupakan bentuk dasar dari folikel rambut.

4. Di dalam umbi rambut sel-sel hidup membelah dan tumbuh membentuk batang rambut. 

5. Pembuluh darah memelihara (menutrisi) rambut di dalam umbi rambut dan mengantarkan hormon yang mengatur pertumbuhan dan struktur rambut pada waktu yang berbeda-beda dalam kehidupan.  

Satu Siklus Pertumbuhan Rambut Memiliki Tiga Tahapan.


1. Anagen (tahapan pertumbuhan). Sebagian besar rambut tumbuh pada waktu-waktu tertentu. Setiap helai rambut menghabiskan waktu tahunan (beberapa tahun) dalam tahapan ini. 
--- Subhanallah, ternyata tidak semudah itu rambut untuk tumbuh. Perlu beberapa tahun, ternyata. 

2. Catagen (tahapan transisional). Setelah beberapa minggu pertumbuhan rambut melambat dan folikel rambut pun menyusut (mengerut).

3. Telogen (tahapan istirahat). Setelah beberapa bulan pertumbuhan rambut terhenti dan rambut tua pun lepas dari folikel rambut. Rambut baru memulai tahapan pertumbuhan, mendorong rambut tua keluar.

Kemampuan rambut tumbuh pada masing-masing orang memiliki tingkatan yang berbeda. Tingkatan rata-ratanya adalah sekitar 1.27 cm per bulan. Warna rambut dipengaruhi oleh sel-sel pigmen yang memproduksi melanin dalam folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sel-sel pigmen mati dan rambutpun berubah warna menjadi abu-abu.
--- Rambut warna apa pun awalnya, hitam, pirang (blonde), merah/kemerahan  ubannya sama: abu-abu, Subhanallah!


Rambut Beruban Dan Hikmahnya.


"Allah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." Q.S Ar-Rum (30); 54.

Berkaitan dengan uban, sesungguhnya uban ini adalah bentuk peringatan sekaligus  kasih sayangNya kepada setiap hamba. 

Uban mengingatkan kepada manusia bahwa kita semua juga mengalami satu siklus. Dan tumbuhnya uban adalah alarm bahwa kita sudah di ambang siklus akhir. Nah, dalam Islam uban akan berubah menjadi cahaya pada hari kiamat karena itu kita tidak boleh mencabutnya.

Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul: Larangan Mencabut Uban. Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari Abdullah bin Umar. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban, walaupun sehelai, dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya." (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al-Jami' Ash-Shoghir mengatakan hadits ini hasan)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walau sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat." (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaihk Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)


Tren Rambut Beruban Terkini.

Untuk mentaati perintah Allah dengan mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak membutuhkan justifikasi dari siapa pun. Kalau saya sampaikan soal tren rambut beruban, tujuan saya hanya untuk kabarkan bahwa di luar sana orang-orang saat ini mulai menyadari bahwa sunnatullah tumbuhnya uban bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Tidak hanya itu tren terakhir di Inggris, setiap bulannya lebih dari 10.000 orang mencari pewarna rambut abu-abu. 

Fakta lainnya, istilah mushroom blonde atau jamur pirang yaitu warna abu-abu mengkilap telah melejit di Pinterest dengan mengalami lonjakan tajam sebesar 308% untuk pencarian nuansa warna rambut.

Untuk memahami  bagaimana mereka memandang uban sehingga mereka menjadi bagian dari tren ini, mari tengok pemikiran dua orang berikut dari   instagram @grombre, going grey with (grohm) (bray).




"Memutuskan untuk membiarkan tumbuhnya rambut putih adalah momen penerimaan saya atas diri saya sendiri. Warna rambut saya tidak membatasi kemudaan saya! Saya merasa muda, sehat dan cantik. Mempunyai rambut putih alami membuat saya merasa berdaya. Saya senang--merasa bebas (tidak dikontrol) oleh standar sosial berkaitan dengan kecantikan saya. Saya tidak mau menjadi budak yang membuat saya harus mewarnai rambut. Apalagi ini benar-benar bagus untuk rambut keriting alami yang saya miliki." @thetennillelife.



Hari ini adalah tahun ke dua saya menyingkirkan pewarna rambut. Foto mungil ini khusus saya dedikasikan untuk para wanita yang masih bimbang atau masih baru mencoba, yang mungkin ingin tau penampilan dari pertumbuhan "silver growth" dalam dua tahun ini. Proses untuk itu memang bisa disebut cepat, bisa juga lambat 😁😉. Untuk mengenang hari istimewa ini, saya berfoto bersama Ibu saya yang mengunjungi saya beberapa hari lalu. Dia adalah inspirasi saya berkaitan dengan rambut (dan tentu saja banyak hal lainnya!) dan untuk kesempatan ini, kami sama-sama memakai lipstik merah (suatu hal yang kami tidak pernah lakukan sebelumnya) untuk membuat acara lebih meriah. Saya juga telah memposting foto yang sama #silvermotherdaughter sekitar dua tahun lalu. Alangkah cepatnya waktu berlalu!!! @ninamourette.

Beginilah, kebenaran bisa sampai pada siapa saja. Dan yang penting adalah mengenali asal kebenaran itu, supaya respon atas kebenaran itu bisa membuahkan hasil bagi kebaikan hidup di dunia dan di akhirat nanti. Mungkin kita sama-sama membiarkan uban tumbuh di kepala kita. Atau kita sama-sama "bangga" dengan uban yang ada tapi keduanya bisa memiliki nilai yang berbeda karena berangkat dari niat yang berbeda. 

Ibnul Mubarak berkata, "Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat." Al Jami' Ulum wal Hikam. 

Duh, semoga mereka bisa tau, ya, kalau dalam Islam itu soal uban nilainya  lebih dari sekedar self acceptance

Kabulkan, ya Allah.
















Sumber 

www.webmd.com

www.rumaysho.com

www.glamourmagazine.co.uk

www.muslim.or.id

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar