50 Tahun, Saatnya Perubahan Fisik Dan Mental

By Yuniar Djafar - Oktober 26, 2019

Gambar oleh Peggy und Marco Lachmann-Anke dari Pixabay


Bismillah.

Apa, sih, yang tidak berubah pada sebuah perjalanan? Tidak ada! Perjalanan sendiri maknanya perubahan. Banyak yang berubah bersamaan dengan sebuah perjalanan. Yang mudah untuk dicatat adalah perubahan jarak dengan satuannya, entah itu kilometer, meter bahkan senti meter. Sekecil apa pun perubahan, kata berubah tidak pernah bisa dihentikan dalam sebuah perjalanan. Hatta perjalanan hidup! 

Karenanya perubahan yang turut serta dalam perjalanan sebuah usia pun demikian. Dan yang mudah ditandai adalah perubahan fisik dan mental. 

Perubahan fisik dan mental  sebenarnya tidak hanya terjadi saat memasuki 50 tahun. Di luar itu kita mungkin lupa bahwa kita pernah memasukinya saat usia akil baligh. Buat wanita, saat itu adalah saat kita pertama kali mendapatkan menstruasi. Masih ingat, kan? Baiklah tidak akan saya bahas lebih lanjut karenanya. 

Bedanya adalah saat akil baligh kita seperti berjalan menapak sunrise, sedangkan pada usia 50 tahun perubahan itu adalah ayunan langkah memasuki  sunset

Harus diakui perjalanan pada usia 50 tahun seringkali membuat wanita enggan mengakuinya karena perubahan yang terjadi adalah perubahan yang bisa membuat wanita "tidak menarik" dan "menyakitkan". Penanda pertama perubahan besar itu adalah henti haid atau menopause, sebuah perubahan yang tidak bisa dicegah. Pilihan kita hanya mengelola-nya.
Pada usia 50 tahun atau menjelang 50 tahun yang umum terjadi adalah naiknya berat tubuh, insomnia, munculnya penyakit-penyakit degeneratif dan rasa nyeri baru, mulai kehilangan ingatan (pelupa), timbulnya rasa sedih dan menyesal atas masa lalu...


Apa yang Menyebabkan Perubahan Fisik pada Usia 50 tahun-an?

Menopause

"Perubahan-hidup" yang tidak terelakkan ini banyak membawa perubahan fisik lainnya. Rerata usia dimulainya menopause adalah pada usia 51 tahun tapi bisa bervariasi antara satu wanita dan wanita lainnya. Secara umum dikatakan terjadi pada usia 45 - 55 tahun. 

  • Naiknya berat badan bisa bersamaan dengan saat kita mulai memasuki masa menopause. Kita seringkali mengalami peningkatan penumpukan lemak di perut dan wilayah sekitarnya akibat dari perubahan hormon. Pertahanan terbaik adalah dengan cara menyerang. Kita bisa dapatkan teknik serangan terhadap lemak dengan minuman yang bisa mengurangi lemak. Kurangi asupan garam untuk mencegah penimbunan cairan pada perut, tangan dan pergelangan kaki.
  • Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang mungkin terjadi setelah menopause. Saat kadar estrogen turun tubuh kita tidak mampu membentuk tulang baru secepat saat kita kehilangan massa tulang. Keadaan itu dikenal sebagai penyakit yang bekerja secara diam-diam (silent disease), yaitu osteoporosis. Jika kita dari ras Kaukasia atau Asia maka kit lebih cenderung mudah kehilangan massa tulang daripada ras lainnya. Satu dari setiap dua wanita usia lebih dari 50 tahun menderita osteoporosis. Berjalan setidaknya 20 menit di bawah sinar matahari -- sinar matahari menyediakan vitamin D yang terserap saat diet. Memakai deker (alat penyangga berupa lembaran) atau lift small weight untuk mendukung penguatan tulang. Tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol berpengaruh baik terhadap penguatan tulang. Konsultasikan pada dokter jika menginginkan suplemen kalsium atau vitamin D -- perlu diketahui tidak semua ahli menyetujui penggunaan suplemen.
  • Perubahan aktifitas seksual. Penuaan tidak selalu berarti terhentinya kehidupan seksual. Beberapa pasangan seperti menemukan gairah baru bersamaan dengan hilangnya kecemasan akan kehamilan dan anak-anak yang tiba-tiba muncul. Tapi beberapa wanita mulai merasakan kesakitan disebabkan mengeringnya vagina. Turunnya kadar estrogen menurunkan hasrat untuk melakukan hubungan intim. Menurunnya penampilan fisik membuat enggan untuk menjadi pasangan intim. Temuilah ahli ginekologi bila mulai mengeringnya vagina dan turunnya hasrat seksual  menjadi masalah dalam kehidupan Anda.

Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyakit yang secara umum mempengaruhi jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah, stroke, gagal jantung dan penyakit tidak umum berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Masalah umum yang dihadapi pada wanita 50 tahunan mencakup keadaan jantung yang terasa seperti dipacu atau berhenti berdetak. Gejala-gejala itu bisa menunjukkan indikasi gangguan irama jantung (atrial fibrilation) -- kondisi khas yang meningkatkan resiko stroke. Periksakan ke dokter jika rasa nyeri, berdebar atau tertekan di seputar wilayah  jantung membuat Anda  merasa pusing atau lemas saat gerak badan (olah raga).

Masalah Saluran Kencing

Bolak-balik ke kamar mandi pada waktu malam hari? Kecelakaan? Qadarullah,  disfungsi saluran kencing mulai hadir pada usia 50 tahunan. Kadang hal ini berasal dari menurunnya kadar estrogen. Pada waktu yang lain otot panggul kita melemah akibat jalan persalinan (vaginal birth) -- turun peranakan, pen. Dalam kasus ini senam Kegel atau resep dokter dibutuhkan. Banyak studi menunjukkan bahwa wanita sangat jarang membicarakan hal ini dengan dokter. Biasanya kita merasakan gangguan ini dengan diam-diam saja. Jika keadaan memburuk kita hanya menanganinya dengan hanya diam di dalam rumah. Mintalah pertolongan sehingga kita bisa aktif kembali.

Kerutan, Bercak Gelap karena Usia dan Tahi Lalat

Jangan abaikan kulit Anda. Tahun-tahun yang berlalu mengubah kulit kita. Gunakan tabir surya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Sementara kerutan bersifat kosmetik dapat diperingan dengan beberpa perawatan wajah, beberapa wanita usia 50 tahunan menerima perubahan ini sebagai kewajaran (a life well-lived). Waspadalah terhadap bercak gelap dan tahi lalat yang nampak mencurigakan karena bisa jadi itu menunjukkan gejala kanker kulit -- "sun worshipers" (pecinta sinar matahari) membutuhkan pemeriksaan tahunan skrining untuk tubuh mereka.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Otak Kita?

Kabar baiknya tubuh kita tetap memproduksi sel otak hingga usia 60 tahun. Kita tetap mempunyai kemampuan mempelajari ketrampilan baru dan hal-hal baru dengan kuat. Tapi kita kehilangan 2% - 5% volume otak kita setiap dekade sejak usia 40 tahun. Teruslah untuk proaktif guna menghindari Demensia dan Alzheimer. 

Masalah Ingatan?

Adalah benar, bersamaan dengan usia yang terus bertambah kita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengingat kembali hal-hal yang tersimpan di dalam memori kita. Tapi sebuah studi terakhir menunjukkn bahwa hippocampus (bagian pada otak yang bertanggung jawab atas proses belajar dan mengingat) ukurannya bertumbuh saat kita berlatih aerobik secara teratur. Berlatih selama 150 menit memberikan banyak manfaat -- meningkatkan kesehatan otak sekaligus kesehatan fisik.

Jangan khawatir saat Anda mengalami keadaan tiba-tiba lupa akan yang tadinya kita akan kerjakan atau kita cari, seperti saat di dapur, biasanya. Itu adalah hal yang wajar dalam usia kita. Tidak terlalu signifikan, kecuali kita lupa membayar tagihan atau lupa akan tujuan kita saat mengemudi. 

Otak kita ini sangat mengagumkan -- ma sya Allah, saat kita mencapai usia 60 tahun kita memiliki simpanan ingatan 4x lebih besar daripada saat usia 20 tahun. Itulah sebabnya kadang kita membutuhkan waktu lebih lama -- "lola" (loading lama), pen -- untuk mengingat sebuah kata. Seperti saat hard drive komputer kita penuh, pasti akan mengalami sedikit "slow down".

Tekanan Darah Tinggi

Ini bukan hanya masalah fisik. Tekanan darah tinggi telah mengenai lebih dari separuh wanita berusia 50 tahunan. Memasuki usia 60 tahunan jumlah wanita penderita tekanan darah tinggi lebih banyak daripada pria pada usia yang sama. 

Tekanan darah tinggi menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, mengacak-acak koneksi sel otak dan merusak pembuluh darah dalam otak -- meningkatkan resiko Alzheimer secara nyata. Tekanan darah tinggi meningkatkan 4x lipat resiko stroke, sebuah keadaan yang bisa membuat kita mengalami kecacatan pada sisa usia kita. Pastikan Anda untuk mengutamakan pemeriksaan berkaitan dengan hal ini.


Yang Sebenarnya Tentang Alzheimer pada Wanita

Saat memasuki usia 60 tahun, kita memiliki dua kali kecenderungan untuk menderita Alzheimer sebagaimana peluang untuk menderita kanker payudara. Dua pertiga penderita Alzheimer adalah wanita. Saat ini sedang berlangsung studi untuk menemukan penyebab wanita lebih cenderung terkena Alzheimer -- mungkin itu disebabkan karena hidup wanita lebih panjang daripada pria atau mungkin berhubungan dengan sejarah persalinan kita atau berkaitan dengan metabolisme gula pada wanita. 

Jika kita bebas dari Alzheimer maka kita mungkin menjadi perawat penderita Alzheimer entah itu suami atau orang tua kita yang memasuki usia lanjut.

Faktor resiko Alzheimer mencakup:
  • Depresi
  • Penyakit gula (diabetes)
  • Tekanan darah tinggi
  • Insomnia
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kurang gerak (sedentary)
  • Merokok
Semua faktor tersebut bisa diubah untuk itu kita harus mengubah gaya hidup atau meminta pertolongan medis.

Insomnia

Sebuah permasalahan yang kompleks dan penyebab yang juga kompleks. Kesulitan untuk tidur dan tidur nyenyak mungkin berhubungan dengan kombinasi kegiatan sehari-hari. Mari lihat kegiatan berikut.
  • Berangkat tidur pada waktu yang sama dan bangun tidur pada waktu yang sama, setiap hari selama 7 hari.
  • Jangan ke tempat tidur jika tidak mengantuk.
  • Keadaan kamar kita penting, pastikan tenang, sunyi dan gelap.
  • Jangan meletakkan TV di kamar.
  • Jangan tidur siang di atas jam 3.
  • Jauhi cafein (kopi, teh, coklat dan cola) sejak 4 - 6 jam sebelum waktu tidur.
  • Jangan konsumsi alkohol.
  • Jangan gunakan penerangan dengan cahaya LED dan cahaya biru selama sejam dalam waktu tidur. 
  • Jadikan kebiasaan tetap ritual waktu tidur seperti, mandi air hangat, peregangan... -- sebagai muslim berdoa sebelum tidur atau berdzikir jelang memejamkan mata tentu hal yang utama, pen.
  • Pertimbangkan musik sebagai alat bantu. Spotify, radio dengan alunan yang tenang yang diperuntukkan sebagai musik pengantar tidur -- memperdengarkan murottal bisa menjadi alternatif untuk ini, pen.
Hal yang bisa kita dapatkan dari pelajaran ini merujuk pada Elizabeth Selvin, professor epidemiologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health adalah untuk memiliki otak yang sehat pada usia 70 tahun Anda harus menjaga makanan dengan benar dan berlatih ketika usia Anda 50 tahun.

Saat usia 50 tahun adalah saat yang ideal untuk membalikkan tanda-tanda awal penuaan kita sebelum sulit untuk diperbaiki. 


🌿🌿🌿













Sumber:  

www.primewomen.com, Physical And Mental Changes That Starts At 50.









  • Share:

You Might Also Like

0 komentar