Neti Suriana Dan Cita- Cita Abstrak

By Yuniar Djafar - Agustus 27, 2019

Foto: Koleksi Neti Suriana


Neti Yang Saya Kenal 

Kalem, sabar..., demikian yang saya tangkap dari sosok ini. Kata per kata yang disusunnya dalam menjawab pertanyaan yang saya ajukan konsisten dalam hadirkan kesan itu. Neti Suriana namanya. Pada biodata miliknya terbaca deretan judul tulisan dan buku yang telah dihasilkannya. Meski begitu Perempuan kelahiran Baturijal, Peranap Indragiri Hulu, Riau ini mengaku penulis bukan profesinya. Tapi dari tangannya telah lahir 9 judul buku yang telah diterbitkan dan banyak tulisan lainnya yang terserak dalam antologi maupun tulisan lepas. Dan perlu dicatat, Neti Suriana bukan seorang yang telaten mendokumentasikan karya tulisnya. Dia tidak pernah memiliki list tulisan atau buku yang memuat secara detil dan lengkap semua karya tulisnya. Bisa dipahami karena Aura Husna, salah satu nama pena Neti, ini juga menjadi ghost writer. Pasti banyak tulisan yang tak sempat didokumentasikannya.

(Hii..., ghost! Penulis hantu..? Awww..! Jangan salah, maksudnya dia juga menerima permintaan menulis dari pihak yang membutuhkan. Dan itu berarti karya tulisnya bisa jadi tak dikenali oleh pembaca sebagai karyanya. Itulah ghost writer, yang saya maksud.)

Arti Menulis Bagi Neti 

Menulis adalah menebar inspirasi, katanya. Dan menebar inspirasi bisa di mana saja dan dari mana saja. Sosok yang satu ini bergeming untuk jadikan tanah kelahirannya, Baturijal, Peranap sebagai  tempatnya lahirkan karya. Peranap adalah sebuah kecamatan di Indragiri Hulu yang daerahnya dikelilingi oleh perkebunan sawit, karet dan tanaman keras lainnya. Ada persawahan tapi tidak seberapa. Bahkan di saat-saat tertentu suara petasan yang bersahutan masih terdengar dari tempat tinggalnya itu. Tapi ini bukan petasan pertanda memasuki Ramadhan atau Idul Fitri melainkan petasan untuk menghalau sekawanan gajah yang menyatroni pemukiman penduduk setempat. Jadi ingat cerita Indiana Jones, ya... 😊

Meski Peranap hanya sebuah kecamatan yang terletak bukan di kota besar  karyanya sudah menembus banyak batas wilayah. Tercatat justru penerbit dari Yogyakarta, Bandung, Klaten dan Jakarta lah yang menerbitkan karya-karyanya. Kita semua tau bahwa kota-kota itu memang gudangnya terbitan yang menguasai wilayah Nusantara.

Profesi Bagi Neti Dan Kisah Di Baliknya

Namun jika ditanya apa profesinya, Neti akan menjawab jika Pendamping Sosial-lah profesinya. Bagi Neti Pendamping Sosial adalah pekerjaan yang dipilihkan Allah untuknya. "Inilah jawaban dari doa-doa saya saat ingin menebus kekecewaan orang tua atas keputusan yang pernah saya ambil dulu," katanya.

Kisahnya dimulai pada tahun 2008, selepas meraih gelar Sarjana Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Neti diterima sebagai Penyuluh Pertanian di daerahnya. Meski baru sebatas tenaga kontrak namun hal ini sudah membuat orang tua senang. Namun kecintaannya untuk menulis mampu membawanya pada keberanian untuk berhenti dari pekerjaan itu. Itu terjadi pada tahun 2011. Dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2011 dia memantapkan dirinya untuk menjadi full timer writer.  Banyak tulisan yang telah dihasilkannya pada kurun waktu itu. Namun dengan berjalannya waktu dia menyadari jika yang dilakukannya telah membuat orang tuanya kecewa. 
Sejak saat itulah dalam setiap doanya dia curahkan hatinya kepada Allah untuk kembali kepada dunia kerjanya yang lama. Dia meminta untuk dipilihkan pekerjaan yang terbaik untuknya dan bisa menghapus kekecewaan di hati orang tua yang dicintainya.
Foto: neti.suriana, instagram

Menjadi Pendamping Sosial

Allah menjawab dengan dibukanya lowongan tenaga Pendamping Sosial untuk Program Keluarga Harapan pada Kementerian Sosial. Tahun 2015 dia diterima sebagai tenaga kontrak untuk program yang dibesut oleh Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial pada saat itu. 

Sejak saat itu kegiatan rutinnya adalah menyambangi keluarga tidak mampu, mendampingi mereka dalam melawan kemiskinan. Pekerjaan ini menuntut kepandaian untuk membangun relasi melalui komunikasi yang intensif. Tak hanya itu, dalam menjalankan tugasnya dia juga harus berbicara di depan orang banyak!  😨😓 Wow, sesuatu yang jauh dari karakter pribadinya. Selama ini dia lebih nyaman berkomunikasi melalui tulisan.
Foto: Koleksi Neti Suriana


Cita-cita Abstrak 

Bagi Neti hal tersebut adalah tantangan yang harus ditaklukkan. Dan dia punya amunisi untuk itu, sebuah "cita-cita abstrak" yang dibangunnya sejak kecil. Cita-cita ini pulalah yang sempat membuatnya malu pada masa kuliah dulu. Apa itu?

Pada sebuah kegiatan di kampus Neti diharuskan mengisi biodata. Pada kolom cita-cita Neti menuliskan, menjadi pribadi yang bermanfaat. Tak pelak hal ini mengundang komentar pedas seorang seniornya, "Cita-cita kok, gak konkret. Kalau punya cita-cita itu harus jelas, konkret!"

Berada dalam posisi junior membuat Neti hanya bisa tersenyum malu. Namun hingga kini ia tak pernah menghapus "cita-cita abstraknya" itu.

Karena "cita-cita abstrak" itulah dia mampu menaklukkan tantangan itu. Menjadi pribadi yang bermanfaat dengan mendamping mereka yang membutuhkan bantuan dan bimbingan menuntunnya untuk mencintai dunia barunya. Tanpa disadarinya kemampuannya berkembang. Kini dia tak hanya mampu berkomunikasi melalui tulisan, berbicara di depan umum pun telah dikuasainya.

Foto: neti.suriana, instagram

Neti Kini...

Bagaimana dengan dunia kepenulisan yang telah membesarkan namanya? Oh, ternyata dia tetap bisa menekuni dunia ini di sela-sela waktunya. Bahkan pada tahun depan dia menargetkan akan menerbitkan sebuah buku yang inspirasinya diperolehnya saat menjalankan tugas sebagai Pendamping Sosial. Tak hanya itu, mengajar tahsin di sebuah rumah tahfidz pun masih bisa dilakoninya. Ya, dia memang terus berusaha mewujudkan "cita-cita abstraknya", menjadi pribadi yang bermanfaat.

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Darutqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 3829.

"...Jika kalian berbuat baik sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri." Q.S Al Isra (17); 7

Ingin kenal Neti lebih dekat?


  












  • Share:

You Might Also Like

0 komentar