SUNSET BEAUTY

foto: pixabay
Sunset Beauty adalah metafor yang ingin saya ingin ungkapkan tentang usia yang terus bertambah dan menua. Berapa usia Anda, 40, 50, 60? Atau angka-angka itu masih ditambahkan dengan +? Satu hal tentang semuanya itu jangan takut dan jangan bersedih. Sebaliknya, mari kita terima dengan sukur. 

Saat hari berangsur senja, cahaya meredup mengundang remang tapi itu tidak berarti keindahan menjadi terhalang. Semburat kemerahan di langit saat melepas hari adalah lukisan keindahan karunia Allah Sang Pencipta. 

Saat senja kita temukan hening. Saat senja jiwa-jiwa berteduh setelah sehari penuh berpeluh. Itulah Sunset Beauty.
Akan selalu ada keindahan pada setiap episode kehidupan. Akan selalu ada kecantikan yang menyertai usia. 
Kecantikan tidak melulu berarti usia muda. Kecantikan adalah tentang rasa sukur, tentang penerimaan diri seutuhnya. Kecantikan selalu berpijak pada pada penerimaan diri yang menghasilkan rasa percaya diri. Dan itu tidak bisa lepas dari kata sukur (grateful).

Saat masih muda remaja, saat 10, 20, 30 tahun yang lalu kulit memang masih kencang, rambut masih berkilau, tubuh masih lincah tapi pada saat itu pula rasa tidak percaya diri, gugup, merasa tidak nyaman dan selalu merasa ada yang salah pada wajah, penampilan dan banyak hal terasa sangat mengganggu. Insecure, nervous...nyaris menjadi keseharian. Tapi dengan bertambahnya usia seperti kontradiksi yang terjadi. Kulit tidak lagi sekencang dulu, uban mula bermunculan, keriput mulai tampak tapi rasa penerimaan diri jauh lebih besar sehingga kepercayaan diri pun menjadi kuat.

Bertambah usia membuat hidup relatif lebih tenang, lebih stabil, lebih mampu mengendalikan diri. 


Tapi hidup memang selalu menyodorkan pilihan, menolak atau menerima. Begitu juga dalam menghadapi pertambahan usia. Menolak laju usia bisa saja dilakukan meskipun hanya akan menghasilkan kesemuan.  Semu karena secara de facto usia kita akan tetap bertambah, kemudaan kita juga akan tetap berangsur menghilang. 

"Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani lalu dari segumpal darah kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak kemudian dibiarkan kamu sampai usia dewasa lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan agar kamu mengerti." Q.S Al Ghafir (40);67.
"Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti? Q.S Yasin (36);68.
Buat saya energi penolakan lebih baik dibuat untuk terus belajar  mendapatkan keindahan sisi lain pertambahan usia. Terima, sukuri, nikmati. 
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan," Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka pasti azabKu sangat berat." Q.S Ibrahim (14);7.

















Komentar

Postingan Populer